Pemeriksaan dan pengawasan Norma Kerja Perempuan


Posted on September 04, 2020 at 15:18:06 WIB


Perlindungan pekerja/buruh dimaksudkan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak dasar pekerja/buruh untuk berunding dengan pengusaha, perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, dan perlindungan khusus tenaga kerja/buruh perempuan, anak, penyandang cacat, serta perlindungan tentang upah, kesejahteraan dan jaminan sosial. Kebijakan perlindungan yang bersifat khusus terhadap tenaga kerja perempuan selain diarahkan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan terkait dengan fungsi reproduksi yang melekat pada diri pekerja perempuan juga untuk menjamin kesamaan kesempatan kerja dan kesamaan perlakuan tanpa diskriminasi ditempat kerja. Dengan perlindungan fungsi reproduksi tersebut diharapkan pekerja/buruh perempuan tetap dapat menjalankan fungsinya sebagai ibu, istri dan ibu rumah tangga dengan baik, sehingga anak-anaknya tetap dapat terawat dan terlayani kebutuhannya dengan baik yang menjelma sebagai anak yang tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental, sosial maupun intelektualnya serta dapat menciptakan kondisi keluarganya tetap terjaga kehangatan dan keharmonisannya.

Salah satu upaya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau untuk memberikan perlindungan tenaga kerja/buruh perempuan yakni mensosialisasikan ketersediaan ruang laktasi di perusahaan. Sosialisasi yang dilakukan ini sesuai yang diatur pada Pasal 83 Undang-Undang 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan “Pekerja/buruh perempuan yang anaknya masih menyusui harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya, jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja”. Kesempatan untuk menyusui anak merupakan bagian penting dari upaya kita mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas, karena dalam proses pemberian ASI (Air Susu Ibu) dari seorang ibu kepada anaknya akan terjadi aktivitas dan interaksi saling menguntungkan bagi si ibu maupun anaknya.

Yang dimaksud dengan kesempatan sepatutnya dalam pasal ini adalah lamanya waktu yang diberikan kepada pekerja/buruh perempuan untuk menyusui anaknya dengan  memperhatikan tersedianya tempat yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan perusahaan, yang diatur dalam peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. Perusahaan yang mempunyai kemampuan finansial diharapkan dapat menyediakan fasilitas tempat untuk menyusui bayi atau Pojok ASI, yang diperuntukan bagi pekerja/buruh perempuan yang mempunyai bayi untuk melakukan proses menyusui, pada waktu istirahat pada rentang waktu jam kerja. Jika secara teknis sangat sulit untuk menghadirkan si bayi yang akan disusui ke tempat kerja, maka perusahaan diharapkan tetap menyediakan fasilitas Pojok ASI dan mengembangkan manajemen laktasi yang baik, sehingga ASI si ibu tetap bias menikmati si bayi dengan jumlah yang cukup dan kualitas yang baik.

Sosilisasi yang dilakukan pada Perusahaan ini juga sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu serta Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan Nomor 48/Men/PP/XII/2008, Nomor PER.27/MEN/XII/2008 dan Nomor 1177/Menkes/PB/XII/2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu selama waktu kerja di tempat kerja.

RUANG LAKTASI YANG TERDAPAT DI PT. PEPPERLS AND FUCHS BINTAN

 

RUANG LAKTASI YANG TERDAPAT DI PT. CCI BINTAN

 

RUANG LAKTASI YANG TERDAPAT DI PT. PERTAMA PRECESION BINTAN

 

 

 

Posted by admin